Silaturahmi Ramadhan BPIP dengan Permabudhi

Surabaya - Ketua Umum Persatuan Umat Buddha (Permabudhi) Arief Harsono mengajak seluruh pihak untuk selalu menjaga Pancasila karena merupakan harta paling berharga milik bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila harus dipertahankan sekuat-kuatnya agar tetap tegak di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Jangan sampai dikoyak oleh siapapun, karena apabila harta ini berhasil dikoyak, maka kita akan kehilangan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh negara ini, dan kita tidak akan sanggup untuk memulihkannya kembali," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Lebih lanjut, Arief berharap agar Pancasila dapat dimasukkan ke dalam pelajaran sekolah, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

"Kami juga berharap agar Pancasila dimasukkan dalam materi dan kurikulum mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi," imbuhnya saat menghadiri acara silaturahmi Ramadhan antara BPIP dengan Permabudhi di Surabaya, Minggu (25/4).

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah BPIP Sudhamek mendorong agar Permabudhi dan BPIP dapat bersinergi dalam pembumian Pancasila.

"Kegiatan spiritual lintas agama seperti sekarang diperlukan sebagai refleksi atas pikiran, ucapan, tindakan kita semua," katanya.

Di sisi lain, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Permabudhi selama ini. Hal ini mengingat Permabudhi tak hanya aktif dalam lingkup internal, melainkan kegiatan lainnya seperti bakti sosial hingga diskusi lintas agama.

"Dari berbagai artikel media yang dipublikasikan terlihat aktivitas yang dilakukan oleh Permabudhi tidak hanya terkungkung dalam urusan internal, namun juga kegiatan bakti sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan diskusi lintas agama. Hal tersebut membuktikan bahwa Permabudhi adalah contoh organisasi umat beragama yang patut diteladani," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Dewan Pengawas Permabudhi. Turut hadir pula secara daring pengurus daerah Permabudhi dari 31 provinsi, serta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan BPIP.

Share Post: