Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sumut Periode I Masa Bakti 2018-2011 dilantik di Sky Room Lantai 2 Vihara Maitreya Kompleks Cemara Asri, Deliserdang, Sabtu (15/12) malam. Organisasi baru ini diharapkan mampu melayani umat Buddha Sumut dan mampu bersinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Permabudhi merupakan organisasi yang menghimpun majelis-majelis keagamaan Budha di seluruh wilayah Indonesia. Kali ini perwakilan Sumut dilantik dari sejumlah organisasi dan majelis agama Buddha, diharapkan mampu bersinergi dalam memajukan dan menjaga persatuan umat Buddha dan kerukunan antarumat beragama lainnya.
Ketua Permabudhi Sumut terpilih, Ketut Supardi, SAg, MSi dalam sambutannya menyampaikan, berbangga hati dan siap memegang amanah ini. Ia mengharapkan amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya sesuai dengan visi misi organisasi.
Organisasi ini rumah besar agama Buddha dan wadah komunikasi majelis-majelis keagamaan Buddha seluruh Indonesia. Semoga keberadaan dan kehadiran Permabudhi dapat berfungsi optimal. Dalam memberikan pelayanan dan kontribusi dalam mewujudkan Sumut bermartabat, damai dan sejahtera,” ujarnya.
“Semoga kami mampu membangun komunikasi dan koordinasi antara semua pemangku kepentingan. Kami siap bekerja sama sebagai mitra pemerintah khususnya dalam memerkokoh persatuan dan kerukunan umat di Sumut. Kami berupaya menjadi sumber persatuan. Membangun suasana sejuk dan mengembangkan nilai toleransi antarumat Buddha dan antaragama lainnya,” jelasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Permabudhi, Arief Harsono memimpin prosesi pelantikan pengurus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, organisasi yang baru berdiri sejak 3 April 2018 ini merupakan tempat berkumpulnya semua majelis, yayasan maupun organisasi keagamaan Buddha dan Sangha serta wadah para biksu dan biksuni di Indonesia. Dengan tujuan untuk mempersatukan agama Buddha agar semakin kuat, rukun dan harmonis.
Sejumlah majelis besar yang berhimpun di dalam organisasi ini yaitu di antaranya Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi), Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), MNSBDI, Magabudhi, MAHASI dan lainnya.
“Kita menjalankan dengan pengorbanan waktu dan pikiran serta kesetiaan. Kita adalah umat yang secara kuantitas kecil, tapi diibaratkan seperti berlian yang tetap menampakkan kilau yang luar biasa. Dengan itu mari kita tunjukkan kualitas,” terangnya.
Ia juga berpesan, agar gerakan ini juga ikut dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian, kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Jangan sebarkan hoaks, kita harus terus merawat persatuan dan kerukunan saudara sebangsa se-Tanah Air,” pungkasnya.
Turut hari Gubsu yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, H Nauval Mahyar, SH, MHum dan Kakanwil Kemenag Sumut yang diwakili Kabag TU, H Muhammad David Saragih, SAg, MM beserta seluruh pimpinan majelis Buddha Sumut.
Acara dimeriahkan dengan tarian tradisional khas budaya Sumut dan paduan suara.