Jakarta, 16 April 2019 – Tokoh masyarakat lintas agama membentuk organisasi Masyarakat Cinta Damai dan Kerukunan dalam menghadapi pemilu 2019.
Dalam konferensi pers tersebut, dipimpin oleh Bapak Din Syamsuddin serta dihadiri Tokoh - Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Nasional, Tokoh MUI, PHDI, MATAKIN, PIM, PERMABUDHI, dll. Dalam Pertemuan tersebut Permabudhi diwakili oleh Bhante Girivirya dan Bhante Bhadra Putra (Sangha Agung Indonesia), Romo Dharmanadi Chandra (Ketua Permabudhi, Ketua Matakin, Tokoh dari MUI, PGI, PHDI, dan lain - lain.
Hasil Pertemuan tersebut menyampaikan seruan sebanyak 6 (enam) point yang disampaikan, yaitu :
Mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mewujudkan Pemilu 2019 sebagai Pemilu damai, bermutu, dan beradab.
Menyerukan kepada semua rakyat yang memiliki hak pilih untuk menggunakannya dengan baik dan bertanggung jawab untuk perbaikan dan kemajuan kehidupan bangsa.
Memesankan kepada semua pihak, khususnya Tim Sukses, Relawan, dan para pendukung kedua Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk dapat menahan diri dari tindakan anarkis dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum dengan berpegang teguh pada asas taat konstitusi.
Meminta kepada Penyelenggara Pemilu, KPU, BAWASLU, dan jajarannya masing-masing untuk menyelenggarakan Pemilu dengan jujur, adil, dan transparan. Begitu pula kepada aparat penegak hukum dan keamanan (Polri dan TNI) untuk mengemban tugas dan tanggung jawab secara profesional, obyektif dan imparsial dengan semata mata berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara.
Menyatakan dengan sesungguh hati bahwa kami para tokoh/eksponen bangsa, walau berbeda pilihan politik, namun bersatu dalam mengawal dan menjaga keutuhan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
Demi mendukung keinginan di atas, maka kami membentuk sebuah gerakan dengan nama Masyarakat Cinta Damai dan Kerukunan.